•  
  •   
  • Selamat Datang

    Di Website Resmi Pengadilan Agama Batam Kelas 1 A. Website ini merupakan website pengadilan yang sudah sesuai dengan Pedoman Rancangan dan Prinsip Aksesibilitas Website Pengadilan di Lingkungan Mahkamah Agung. Selain itu website ini dapat diakses oleh masyarakat yang difable.

    Selanjutnya

  • Kata Pengantar Ketua Pengadilan Agama Batam Kelas I A

    Assalamu'alaikum wr. wb. Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas terwujudnya situs resmi Pengadilan Agama Batam dengan alamat http://www.pa-batam.go.id/ ini. Situs ini merupakan media informasi yang dapat dimanfaatkan tidak..

    Selanjutnya

  • Mudahnya Menelusuri Perkara

    Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) merupakan Portal Pelayanan Informasi Perkara bagi Masyarakat Pencari Keadilan yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja.

    Telusur SIPP

  • Direktori Putusan

    Pencari keadilan dapat mendapatkan salinan putusan dengan cepat dan mudah dengan mengakses Direktori Putusan Mahkamah Agung RI satuan kerja Pengadilan Agama Batam Kelas 1 A.

    Direktori Putusan

  • Zona Integritas

    Pengadilan Agama Batam I A berkomitmen dalam Pembanguna Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) Dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)

    TULUSURI

  • Aplikasi SILANTANG

    Aplikasi SILANTANG (Sistem Online Antrian Sidang)
    Merupakan Aplikasi Antrian Sidang Berbasis Online yang dapat digunakan untuk mengambil Nomor Antrian dan Melihat saat ini Nomor Perkara apa saja yang sedang dalam Proses Persidangan

    Website

  • Selamat Jalan BJ Habibie

    Kami segenap Keluarga Besar Pegawai Pengadilan Agama Batam mengucapkan Turut Berduka Cita Semoga diterima segala amal ibadahnya diampuni segala dosa-dosa dan ditempatkan ditempat yang layak disisiNya. Aamiiin.....

PUASA DAN METAMORFOSA

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ ١٨٣

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu puasa dibulan ramadhan sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. (Dengan pausa itu)kamu pasti jadi orang taqwa”. Q.S.2.183

Puasa ramadhan.

            Puasa ramadhan adalah rukun Islam ketiga setelah mendirikan shalat fardhu lima waktu sehari semalam dan mengucapkan dua kalimah syahadat. Puasa secara etimologi berarti al-imsaak yaitu menahan. Secara istilah puasa bermakna, menahan diri dari makan dan minum dan segala yang membatalkan sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.

Puasa ramadhan Allah wajibkan kepada orang-orang yang beriman setiap tahun selama satu bulan di bulan ramadhan. Puasa ramadhan merupakan salah satu peluang besar bagi orang-orang beriman meraih taqwa. Sebagaimana dijelaskan Allah dalam surat al baqarah ayat 183 di atas.  Ayat ini bermakna, ketika puasa ramadhan dilaksanakan “ dengan iman danh ikhlas”  sebagaimana yang disabdakan Rasul SAW, dalam beberapa hadisnya maka pastilah taqwa akan diraih. 

 

Puasa dan Ulat Kepompong.

Di dalam dunia serangga, seperti kupu-kupu mengalami proses yang dinamai metamorfosis. Prosesnya mulai dari telur (Larva,ulat kepompong dan kupu-kupu). Ulat adalah binatang yang menjijikan dan menakutkan bagi manusia. Orang yang menyentuh atau memegangnya akan mengakibatkan rasa gatal-gatal pada orang yang memegangnya. Ulat juga dapat menyebabkan banyak petani mengalami kerugian akibat serangannya. Mereka merugi jutaan bahkan milyaran setiap tahun akibat perbuatannya.

Akan tetapi ulat tersebut tidak selamanya berada dalam kondisi demikian. Dia berusaha merubah dirinya untuk keluar dari sipat yang tidak bagus alias perusak untuk menjadi yang lebih baik yakni menjadi penebar kebaikan dan manfaat. Dia berusaha merubah dirinya dengan berproses menjadi kepompong. Selama jadi kepompong dia tidak makan dan tidak minum selama kurang lebih 7 sampai 20 hari tergantung spesiesnya. Pada proses ini ulat puasa secara total.

Proses selanjutnya setelah kepompong dia menjadi seekor kupu-kupu yang cantik yang terbang kesana kemari. Semua orang sangat menyenangi kupu-kupu, karena keindahannya. Kupu-kupu banyak dijadikan sebagai cinderamata, dimana sang kupu-kupu sudah diawetkan terlebih dahulu. Kalau dulu dia berpenampilan seekor ulat yang tidak bisa terbang tinggi, bentuknya menjijikan dan yang tersentuh dengannya akan jadi gatal-gatal dan kerjanya hanya merusak. Akan tetapi setelah menjalani proes tidak makan dan tidak minum dalam batas waktu yang ditentukan dia berubah bentuk jadi makhluk yang disenangi, bisa terbang tinggi ke angkasa, menebar manfaat dan menjadi penyerbuk dari bunga yang satu kebunga yang lain, sehingga hidupnya membawa berkah dan memberi manfaat.   

Dan yang lebih istimewa lagi ciri khas dari kupu-kupu, dia tidak pernah merusak suatu ranting atau dahan dimana dia hinggap - Kupu-kupu hanya mengkonsumsi dari makanan yang baik (saripati tumbuhan) – dan kupu-kupu membantu proses penyerbukan pada tumbuh-tumbuhan.

 

Puasa sebagai metamorfosa.

Ada sebuah analogi yang dapat kita petik dari seekor ulat terebut. Mengibaratkan bulan ramadhan bagaikan bulan metamorfosa umat Islam. Islam  mengajarkan kepada  orang yang beriman pada siang bulan Ramadhan untuk tidak makan, walaupun makanan dan minuman itu milik kita sendiri dan halal sifatnya dan tidak berhubungan suami isteri. Dengan tarbiyah dan latihan yang kita lasanakan untuk tidak makan dan tidak minum serta tidak mengkonsumsi makanan meskipun milik kita sendiri di siang ramadhan selama satu bulan merupakan tazkiyah an-nafs dan membersihkan jiwa dalam rangka meraih taqwa.  Satu bulan lamanya kita menjalani tarbiyah ramadhan dalam rangka tazkiyah an-nafs.

Perbuatan ulat diibaratkan sebagai seorang manusia yang jahat dan selalu berbuat kerusakan, keonaran, kezaliman dan kekacauan dimanapun dia berada. Masyarakat merasa tidak tenteram ketika dia berada ditengah-tengah mereka. Bahkan masyarakat mendo'akan agar orang tersebut dapat keluar dari komunitas mereka, karena mereka merasa terganggu dan tidak tenang dengan kehadirannya ditengah-tengah mereka.     Orang yang benar-benar berpuasa dengan iman dan ihtisaban pastilah dia akan meraih taqwa dan hidupnya bagaikan seekor kupu-kupu,  tidak akan pernah berbuat kerusakan. Bahkan  dia akan memposisikan dirinya berada di garis depan sebagai pelopor kelestarian alam, dan mengkonsumsi  makanan dan minuman yang halal lagi baik, dan dia senantiasa berdiri di tengah-tengah masyarakat sebagai pengayom dan pelindung. Punya cita-cita dan pemikiran jauh kedepan untuk kemaslahatan umat, bagaikan seekor kupu-kupu yang terbang tinggi keangkasa.( b.Humas)